Friday, April 15, 2016

BAPER : a.k.a Rahasia Cinta



Oke, ini adalah tulisanku yang kedua tentang kejadian sehari-hari. 

Ceritanya begini.
Setiap hari Jum'at tiba, itu adalah hari dimana kami yang bekerja di Apotek Puskesmas saling melemparkan bully-an. Tapi bukan bullying sembarangan. Jadi ada temanya dan harus nyambung dengan pekerjaan yang saat itu dilakukan. Jatohnya sih seperti candaan nggak jelas gitu. Lucu sih menurutku. Hitung-hitung menghilangkan kepenatan. Karena hari Jum'at biasanya resep tidak banyak juga.

Mau tahu nggak? 
Penasaran?
Oke.. hayu lah..

Bayangkan yah, ada suatu ruangan kecil berbentuk persegi yang kita sebut Apotek. Ruangan yang sebesar kamar tidur di rumah. Ukuran 3 meter persegi kali yah. Kira-kira segitu. Trus di dalamnya terdapat dua meja segi empat. Satu untuk administrasi dan satu lagi untuk menyimpan obat-obat untuk pelayanan. Di samping meja administrasi terdapat sebuah lemari es khusus untuk menyimpan obat yang memerlukan suhu di bawah 25 derajat celcius. Kadang ada yang nakal, suka menyimpan makanan dan minuman juga. Ih, jangan ditiru yah... ini tidak boleh dilakukan. Nanti kena temuan loh kalau audit. Oke, disamping kulkas ada lemari panjang yang berisi obat-obat persediaan. Merapat lagi ke sebelahnya ada lemari kaca tempat menyimpan buku-buku referensi dan ATK. Maju lagi sedikit, ada lemari besi berwarna abu-abu tempat persediaan obat poli Tb Paru. Geser lagi ada lemari besi tempat menyimpan tas-tas kami dan tetek bengeknya. Nah, di dekat kaca depan ada semacam ambalan panjang untuk menyerahkan obat dan menulis etiket obat. 

Pusing? 
Nggak kebayang? 
Yasudah, Lupakan!

Lagian juga, bukan itu yang mau diceritakan. 
Hari itu, ada 5 orang di dalam ruangan sempit tadi. 
Aku sebagai Apoteker Koordinator, Priska sebagai Apoteker Pendamping, Rizka sebagai Asisten Apoteker Kepala dan ada 2 orang mahasiswa PKPA UI (Praktek Kerja Profesi Apoteker) dari Universitas Indonesia, namanya Wika dan Juwita. 

"Ohya Juwita... mana tugas yang kemarin ibu kasih ke kalian berdua?" Tanyaku.
"Oh, ada bu.. ini di netbuk saya, tapi jangan dibuka-buka yang lainnya ya Bu.. banyak catatan...."
"Halah.. catatan apa? Catatan cinta?" kata Wika, temannya menimpali. 
"Iyaa.. bener.. catatan cinta.. " Jawab Juwita tak mau kalah.
"Cinta? Cinta sama siapa??" Goda Wika kepada temannya yang masih jomblo itu.
"Yaaah.. kamu gitu dech..." Juwita nyerah.
"Hey.. Ju.. jangan kalah begitu... kamu harusnya jawab begini : Cinta Sendiri! Emang kenapa?"
Aku berusaha intervensi. 
Mereka langsung tertawa dan berujar.."Emang ada Bu .. Cinta Sendiri kan sama aja dengan Cinta bertepuk sebelah tangan.." Kata Juwita dengan wajah memilu.
"Nggak percaya? Dengerin nich lagu Kahitna... " Aku langsung memutar lagu Kahitna yang berjudul "Cinta Sendiri" dari laptopku via youtube. Padahal saat itu aku sedang mengerjakan tugas membuat SOP baru, nggak apa-apalah sambil dengerin musik. 

Mereka langsung tertawa bahagia... 
"Aaah Ibu bisa aja dech..." Katanya serempak..
"Iya bisa..." Jawabku ringan.
"Waah,, bisa curhat dong sama ibu yah.. " 
"Boleh... tapi resiko tanggung sendiri yah kalau nanti di ODOP-in"

"Duuh Ibuu... jangan puter Kahitna..! Aku jadi baper..." Priska yang sedari tadi diam mulai memecahkan suasana dengan suara lengkingnya. 
"Lha.. kenapa? Kamu lagi baper yah.. ada nich lagu Kahitna yang judulnya "Rahasia Hati" alias Baper.."
"Aaah Ibu gitu dech..."
"Yang paling Baper itu yah, kalau kita ditinggal nikah nggak bilang-bilang sama pacar yang PHP-in kita. Trus pacar kita itu nggak bahagia dengan isterinya dan maunya sama kita... Baperrrr Cynnnn...!" Candaku.
"Ibuuuu.... " Priska berteriak. Kami tertawa kegelian. 

"Yaudah sih Priska... itu kan takdir... udah baca tulisan Ibu tentang 'Mencicipi Takdir' belum?" 
"Nggak mau baca! Baru aku baca dua baris aku langsung berhenti.. udah tau pasti baper juga.." Jawab Priska. 
"Ibuu... nasib saya gimana dong Bu.. kapan yah bisa dibaperin cowok gitu. Masa kita terus yang baper..."
Rizka menimpali kami.
"Halahh.. kamu kan tinggal milih mau yang Darat, Laut atau Udara...apa perlu ibu beliin Antimo?"
"Ibuu... aaaah saya mah yang mana aja dech yang datang duluan ke orangtua!" Rizka meluruskan. Jadi Si Rizka ini sedang didekati oleh seorang laki-laki yang kerja di Angkatan,, begitulah kira-kira.
Yang lain tertawa cekikikan... 

"Dan yang paling baper juga adalah saat kita jatuh hati pada laki-laki yang kita kagumi.. tapi kita sudah punya suami... Naah... baperrr... " 
"Ibu pernah?" Aku diserang. Ooww... 
"Pernah... dan masih sampai sekarang malah.. tapi nggak bisa ketemu juga.. berharap ketemu dalam mimpi... itupun belum pernah. Ibu selalu mengingat dia setiap habis Sholat.. menyebut-nyebut namanya... mengaguminya... apalagi ketika mengingat kelembutannya... dan paling baper kalau ingat kegantengannya... Hadeuhhh... " 

Mereka terdiam semua. Tatapan mata penuh curiga mengarah kepadaku. 

"Kenapa?  Ada yang salah ???" Tanyaku.

"Ibu serius???" Mereka kompak bertanya keheranan.

"Iyalah.. serius! Dan catet yah, ini bukan Cinta Sendiri.. ini Cinta yang pasti dibalas.. tapi nanti.. di Telaga Kautsar..."

"Yaaah... kirain seriusan... itu mah Nabi Muhammad doong... kita juga ikutan kalau gitu..."

"Makanya jangan baper untuk orang yang nggak jelas... Baper kepada Rasulullah saja yang aman.. Sudah pun aman... bernilai ibadah lagi..! "

Bagaimana... Setuju???

Sepatu lah ya... Sepakat dan Setuju...

Gotcha!









12 comments: