Monday, August 26, 2019

Apa Motivasi Terbesar Kita dalam Bekerja ?



Berbicara tentang motivasi, khususnya dalam bekerja, mari kita berlayar ke dalam relung hati yang paling dalam. Berbeda dengan niat, yang sudah tentu kita bekerja adalah untuk ibadah, motivasi merupakan energi yang menggerakkan niat menjadi perbuatan. 

Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda-beda. Seorang ayah bekerja untuk menafkahi anak dan isterinya, anak bekerja untuk menghidupi orangtuanya, kakak yang berjuang demi sekolah adik-adiknya atau seorang ibu yang berkorban ekstra waktu dan tenaga untuk membantu sang suami agar kebutuhan hidup terpenuhi sebagaimana mestinya. 

Apa yang menjadi motivasi kita ? Jika ada di dalam salah satu kriteria di atas, coba bayangkan, betapa energi besar siap mengantarkan kita pada kinerja terbaik. Jangan bicara tentang motivasi langitan untuk memajukan kantor tempat kita bekerja atau menghebatkan Indonesia, coba kita evaluasi tentang motivasi terdekat dengan keseharian kita. Apakah tega kita bekerja dengan malas dan serampangan padahal rezeki yang kita dapat nantinya itu untuk memberi makan, minum dan sekolah anak-anak kita? Apakah kita tega juga mengisi hari-hari di tempat kerja dengan hal-hal yang buruk disaat banyak jiwa yang menunggu kebaikan tercurah dari hati kita. 

Ini tentang refleksi hati. Apakah kita sibuk dengan hal-hal yang mengotori hati dan menyakiti hati orang lain? Disaat kita dituntut untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Keberkahan dalam rezeki, ilmu dan usia yang Alloh titipkan kepada kita harus menjadi perhatian yang benar-benar. Karena banyak dari kita lalai dan membiarkan hari berlalu tanpa kemanfaatan. 

Ini tentang pengingatan. Bahwa kebaikan akan kembali lagi kepada kita. Kesungguhan dalam menjalankan amanah akan mengantarkan kita pada keberkahan. Mari kita perbaiki hati kita, ucap kita dan sikap kita. Demi binar-binar bening yang merindu pelukan hangat dan sapaan manja. Demi mereka yang rela menggantungkan harapan besarnya kepada kita dan berdoa untuk kesuksesan kita. 

Tanpa niat yang benar, kerja kita sia-sia.
Tanpa motivasi yang kuat, kerja kita tidak bernyawa.
Tanpa kebaikan, kerja hanya luapan ambisi dan cita-cita dunia

Mari kita berkarya!
Memberikan kinerja terbaik dalam setiap amanah yang kita terima.
Karena kata Buya Hamka, kalau kerja hanya sekedar kerja, kerbau di sawah juga bekerja. 






Friday, August 16, 2019

Tagline-nya Ngena Banget !


Beneran, ngena banget!
Tagline "SDM unggul, Indonesia Maju" aku akui ini keren. Bangsa ini sedang krisis jati diri, SDM adalah permasalahan utama saat ini. Sudah berapa banyak SDM kita yang unggul? Unggul dalam hal apakah? Pendidikan? Kinerja? Integritas? Kreativitas? Moralitas? 

Tentu, harapan para pemimpin kita tak main-main. Teringat pekikan Bung Karno saat beliau meletakkan masa depan kepada para pemuda, bahkan cukup 10 pemuda!
Pemuda-pemuda UNGGUL pasti bisa mengguncangkan dunia.  

Jangan sampai SDM kita yang berlimpah ini seperti buih di lautan. Mudah tergoyah, mudah terpecah.

Bangsa ini tempat kita kita berteduh. Seburuk kita mengecam tapi kaki kita tetap berpijak dan bertopang padanya. 

Bangsa adalah komunitas besar. Kita sokong dari lingkaran terkecil. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat juga tempat kerja. 

Mari kita ciptakan SDM yang UNGGUL agar memajukan bukan menjemukan, agar membanggakan bukan memalukan, agar menenangkan bukan merenggangkan... 

Dirgahayu Republik Indonesia tercinta
74 tahun adalah usia tak terkira, 
Kita syukuri dengan sumbangsih ide, gagasan, karya dan cinta. 

Wednesday, January 17, 2018

"Kaleidoskop Mimpi"



Teman, pernahkah terlintas di benakmu untuk melihat setahun ke belakang ? Apa saja mimpimu yang sudah tercapai di tahun itu? Apa saja mimpi yang belum tercapai dan menjadi mimpi di tahun berikutnya? 

Mimpi. 
Seorang Andrea Hirata saja percaya pada mimpi. Bahkan saking percayanya, dia menuliskannya "Bermimpilah tentang apa yang kamu impikan". Maksudnya apa coba? Kok mimpi berlapis mimpi? Apa jatuhnya tidak jadi mengkhayal? Cobalah tengok kisahnya di film Laskar Pelangi, semua berawal dari mimpi. Hingga saat menjadi nyata kita akan ternganga dan terpana dibuatnya. 

Aku juga seorang pemimpi. Sejak kecil sampai sekarang, tidurku tidak pernah tanpa mimpi. Kata dokter, itu artinya aku tidak pernah pulas. Otakku tidak beristirahat. Mulai dari mimpi indah sampai mimpi ujian matematika belum belajarpun aku sering. Pusingnya luar biasa.

Tapi bukanlah itu yang aku maksud ya teman, pemimpi disini adalah aku bermimpi dalam keadaan sadar. Tentang apa yang ingin aku capai, walaupun impian lucu seperti aku ingin kurus yang berkali-kali menjadi langganan hutang impian di tahun berikutnya. Pernah begini, "kalau aku kurus, aku akan dibelikan mobil". Curang, suamiku memberi janji itu dengan percaya diri karena isterinya susah komitmen dengan target yang satu ini. Heran, padahal aku tidak gemuk-gemuk amat yah, kenapa sih? 

Lupakan tentang mimpi kurus yang sama sekali tidak penting. Makanya, buatlah list impianmu sebanyak-banyaknya. karena dengan begitu, akan ada banyak peluang kita mewujudkannya. Ibarat tubuh ini prajurit, kita sudah memberikan komando di tahun ini kita akan "menyerang" target yang mana. Semua akan berjalan seiring dengan apa yang kita inginkan. Karena akal, pikiran, tubuh butuh pendorong agar bisa berfungsi baik. Impianlah motornya. 

Di tahun 2017 lalu, aku banyak mendapatkan pengalaman dan tentunya impian yang menjadi kenyataan, bahkan, impian yang tidak aku impikan. Ada juga impian yang mustahil tapi bisa juga kesampaian. Aku tak pernah ragu akan kekuasaan Alloh. Haqqul Yaqiin... Dia pasti mengabulkan mimpi kita jika itu untuk kebaikan. Jika ada yang belum terkabul, jangan menyerah, teruslah berbaik sangka kepada Alloh dan bersyukur dengan apapun yang kita punya. 

Selamat bermimpi dan jangan lupa untuk mem-bangun-kannya!

"Jangan menulis! Cukup ceritakan saja..."




Assalamu'alaikum semua, 
Malu rasanya ketika membuka kembali blog yang selama ini tak pernah aku sentuh lagi. Bertambah malu ketika saat membukanya aku lupa alamat email yang aku pergunakan sebagai akunku di web blogger ini. Aku tersenyum.... Ya Alloh, sudah selama itukah aku mengabaikan "rumah" virtualku ini? Rumah tempat aku berbagi cerita, berbagi hikmah dan berbagi inspirasi. 

Maafkan aku ya.... 
Salah satu resolusiku di tahun 2018 ini adalah membenahi kembali rumah yang sudah aku tinggalkan ini. Rumah dengan cat berwarna toska yang sudah lusuh tertutupi debu tebal, halaman yang dipenuhi ilalang yang tingginya melebihi lututku, kusibak perlahan dan aku langkahkan kakiku ini....

Aku pandangi rumahku, masih berdiri kokoh dengan luas lebih dari 200 meter persegi. Terdapat 8 kamar yang aku setting untuk tamu yang ingin berkunjung, sudah mirip seperti "Home Stay" dengan nama "Labirin Toska". Seperti halnya sebuah labirin, aku ingin setiap tamu yang datang akan tersesat di dalam dan akan membuka setiap kamar untuk mencari jalan keluar. Jika ada tamu yang senang dengan ilmu, ada kamar "Berbagi Ilmu", untuk yang senang dengan cerita yang menggugah semangat, ada kamar "Cerita Seru", saat kita ingin merefleksikan diri dengan sebuah cerita, ada kamar "Cermin", untuk pecinta cerita pendek berisi kisah inspiratif ada kamar "Cerpen". Salah satu cerpenku yang berjudul "RAYA" alhamdulillah sudah masuk ke dalam antologi bersama komunitasku di One Day One Post yaitu "LOVE PASTA".

Ada kamar khusus yang menceritakan tentang curhatanku sehari-hari aku namakan "Diary". Selain itu ada satu kamar pavorit yang sering membuat para tamu penasaran akan cerita tentang aku sebagai Candy dan pujaan hatiku yang kunamakan Kang Giwa, yaitu kamar "Diriku", alhamdulillah lumayan banyak penggemarnya karena berhasil membuat baper dan sudah berhasil dikumpulkan ke dalam sebuah buku, walaupun penerbitnya teman sendiri dan masih indie, tapi rasanya bahagia sekali karena ada akhirnya aku punya buku juga. Di kamar inilah biasanya tamu-tamu tidak ingin keluar lagi, maunya disitu aja...

Kamar lainnya adalah media untuk sharing ilmu tentang profesiku sebagai apoteker yaitu  "Konsultasi Obat Online", walaupun ini hanya sebagian kecil karena untuk konsultasi obat aku mempunyai website tersendiri yaitu www.informasi-obat.com. 

Kamar terakhir adalah kamar dikhususkan untuk para tamu yang hanya singgah sebentar dan ingin mendapat pencerahan jiwa, yaitu kamar "Puisi". Banyak puisi yang aku tulis secara spontan dan menggelitik.

Tak terasa air mataku menetes melihat kedelapan kamar yang sudah tak terurus dan mungkin sudah tidak ada tamu yang berkunjung lagi. Aku bayangkan jika ada tamu yang datang dari jauh dengan harapan bisa menginap di kamar-kamar yang sudah aku sediakan, tapi ketika mereka sampai di alamat yang mereka tuju, ternyata rumah itu sudah tak berpenghuni lagi. Tak ada penjaga bahkan yang mengurusi segala keperluan di rumah itu. 

Sekali lagi, maafkan aku...
Semua terjadi karena banyak hal, kesibukan yang selalu menjadi kambing hitam dan rasa malas yang selalu memenangkan pertarungan...

Bismillaah, semoga di tahun 2018 ini, mengiringi mimpi-mimpi besarku, rumah ini akan aku hidupkan kembali. Aku tidak akan memberi banyak janji, karena mungkin sudah banyak yang teringkari... niatku dalam hati, semoga janji-janji lamaku kepada para pembaca bisa aku penuhi di tahun 2018 ini. 

Aku sengaja mengganti Tag Line blog dengan kalimat, "Jangan menulis! Cukup ceritakan saja...". Kalian pasti memahami maksudnya ya, itu adalah sebuah penyemangat terselubung, seperti yang sedang aku lakukan saat ini, aku tidak sedang menulis kok, aku hanya sedang bercerita saja... 


Sunday, January 1, 2017

Anakku



Anakku,
Sahla Hafidzah Az-Zahra
Nisrina Taqiyyah

Ini Umi, 
Mengalir deras air mata umi saat membaca tulisanmu
Di selembar kertas buram yang kau lipat dan kudapati di meja belajarmu
Kau tulis dengan judul "Ibuku", seperti layaknya sebuah puisi

Anakku,
Maafkan umi menuliskan puisimu di blog umi
Hanya ingin menjadi pengingat umi yang mungkin selama ini telah membuatmu khawatir
Pengingat agar umi senantiasa memperbaiki diri 
Cerdas dan santunnya kamu saat bait pertama menuliskan, "kadang"
Mengkritik keras tapi kau meluluhkannya sendiri
Mengingatkanku tapi kau akhiri dengan memujiku...
Cinta, semoga akhlak muliamu akan selalu kau jaga ya...

Karena Rasulullah,
Diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak manusia
Bukan untuk menjadikan kita pintar saja, cerdas saja, sukses saja
Tapi... untuk apa semua itu jika akhlakmu tidak terjaga? Ucapanmu tidak terjaga? 

Jikapun kita khilaf suatu saat, 
Kembalilah Nak, kembali baik... kembali pada jalan yang diridhoi-Nya
Ringankan hatimu untuk meminta maaf dan memaafkan...
Tapi tegaskan dan kokohkan sikapmu ketika kehormatan dan agama kita dinistai

Anakku,
Kau pemerhatiku, 
Dalam sikap dan tingkah polah anak-anak seusiamu yang mulai beranjak remaja
Kamu bisa menjadi GURU bagi siapapun yang mengenalmu, termasuk umi

Anakku, 
Maafkan jika umi jauh dari sempurna, 
Tidak ada impian besar seorang IBU selain menjadikan waktu, perhatian dan tenaganya habis untuk mengabdikan diri dalam amanah hakikinya, di singgasananya, di syurganya...
Baitii... Jannatii...
Tidak ada yang lebih membuat umi termenung lama setelah shalat kecuali apakah umi sudah menjadi seorang isteri dan ibu yang baik? 

Anakku, 
Setiap sebelum shalat berjamaah, kalian selalu memelukku dengan ucapan "Huugg, Mommy...!" 
Itu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup umi, karena pelukan kalian adalah sumber kekuatan
Dan setiap sehabis shalat umi tidak bosan-bosannya menciumi kalian dan bertanya,
"Apakah umi seorang ibu yang baik?"
"Apakah kelebihan dan kekurangan umi?"
"Apa yang terbayang di pikiran kalian saat mendengar nama umi?"
 

Dan jawaban kalian selalu membuat umi merasa terharu.
Kalian begitu ringan memaafkan, Nak...
Saat umi mengatakan, "Maafkan umi ya kalau umi belum bisa menjadi ibu yang baik.."
Dan jawabanmu adalah... 
"Umii... enggak kok... you are so kind... umi sibuk bekerja karena harus membantu orang sakit yang butuh obat,kan?" 
Saat itu umi hanya akan membalas dengan senyuman... 

Dan, kalian akan tersipu saat aku memuji kalian dengan...
"Teteh... kok kamu cantik banget sih? Serius lho nggak bohong!"
"Ririn, coba ya umi hitung bakat dan kelebihan kamu... wow! Ada 11 ternyata, keren!"
"Teteh itu cahaya yang menerangi rumah ini dengan tilawah panjangmu... 5 Juz? umi saja 1 juz belum tentu bisa, sayang"
"Ririn, kamu itu seperti Tinker Bell... kreatif dan selalu bisa memperbaiki sesuatu, tidak bisa diam kalau di rumah... selalu harus ada yang dibuat"

Anakku,
Maafkan umi ya, 
Bekerja itu bukan keinginan... tapi amanah 
Sebuah ibadah... bukan cita-cita... 
Sebuah sarana ujian... bukan kesenangan.

Anakku. 
Kalian selalu membuat umi bangga, setiap hari, setiap detik...
Do'akan umi ya dalam setiap sholatmu
Jangan pernah sekalipun kalian meninggalkan sholat...

Umi ingin menjadi seorang ibu yang baik.... selalu. 







Tuesday, December 20, 2016

Mencoba memulai lagi...


Apa kabar para pecinta Kang Giwa?
Sudah kangen banget ya? Apalagi saya.

Maksud hati ingin melanjutkan cerita bersambung ini, tapi setelah berada di depan "Acer One 10" yang baru dihadiahkan oleh suami tercinta, tetiba otakku buntu. Berfikir sejenak apa yang harus aku lanjutkan dengan cerita Kang Giwa ini? Tidakkah episode terakhir sudah bisa menjawab rasa penasaran pembaca setia? Tentang Kang Giwa yang pada akhirnya bertemu Candy dalam situasi yang sangat mengharu biru. Menyesakkan jiwa dan kalbu. Cerita segitiga yang terbangun tanpa rencana. Terkuak sudah teka-teki yang selama ini disembunyikan Alif tentang sosok perempuan yang sudah meluluh lantakkan hatinya. Terjawab sudah rasa penasaran Giwa tentang Candy yang tidak pernah memberi kabar berita atau tidak pernah membalas semua suratnya.

Apa lagi yang kalian nantikan, kawan?
Apakah perlu aku tuliskan rangkaian tulisan Giwa dalam suratnya kepada Candy?
Seperti ini...

Assalamu'alaikum wr.wb
Indri, apa kabar?
Bagaimana kuliahmu sekarang? Lancar? Sibuk apa?
Beasiswamu masih cukup?
Bagaimana kabar bibik dan keponakanmu?
Suka main ke rumah akang di Sukabumi nggak? Menengok ambu?

Akang sebentar lagi selesai penelitian di Petronas. Banyak pengalaman yang akang dapatkan di sini. 
Akang juga ditawari untuk bekerja dan melanjutkan S2 gratis.
Menurut kamu gimana?

Sebenarnya akang ingin menepati janji ke kamu tapi kenapa surat akang tidak pernah kamu balas? Ngambek ya? Karena sudah lebih dari enam bulan akang belum memberi kepastian? Punten pisan, maaf banget, akang tersita dengan kesibukan. Bukannya akang tidak perduli atau melupakan janji. Akang serius kok sama kamu, Ind. Nggak main-main.  

Tolong jawab surat ini, berikan masukan agar impian kita bisa terwujud.
Atau... apakah ini hanya impian akang sajakah?
Kamu sudah mempunyai impian yang lainkah?

Akang tidak ingin larut dalam perasaan yang nggak genah ini. Akang tidak ingin kecewa dengan surat-surat yang tidak pernah kamu balas. Apa maksudmu, Ind? Akang sudah buntu mencari-cari probabilitas atas hubungan kita.  

Akang ingin pulang ke Jakarta, tapi tidak bisa kalau urusan di sini belum selesai.
Semoga Alloh menjaga kemurnian niat kita ya.
Aamiin.

Sekali lagi tolong... balas surat ini,

Wassalam,

Muhammad Giwana

Bagiamana? Sudah cukup?
Yaudah, kalau belum cukup, nanti malam aku lanjutkan ya, tadi itu cuma pemanasan. Sekarang mau pulang dulu, sudah hampir setengah lima sore.